Sabtu, 28 Januari 2012

Polisi: Pengancam Bom Gedung RRI Dendam

VIVAnews - Kepala Biro Operasional Polres Jakarta Pusat Kombes Agung Budi membenarkan, kantor berita Radio Republik Indonesia yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Selatan mendapat ancaman bom.

"Ancaman melalui SMS dari orang tak dikenal pada pukul 12.30 WIB," ujar Agung Budi kepada VIVAnews.com, Kamis 26 Januari 2012.

Agung mengatakan, pengirim SMS misterius mengatakan bahwa di dalam gedung RRI sudah diletakkan bom, diharapkan kepada semua karyawan untuk keluar.

"Si pengirim SMS mengatakan, studio sudah ditaruh bom. Dia mengatakan dendam dengan salah satu orang di RRI," kata Agung.

Mendapatkan SMS seperti itu, pihak keamanan RRI langsung menghubungi Polres Jakarta Pusat.

"Saat ini tim dari Gegana Polda Metro jaya telah melakukan penyisiran di lokasi. Kami dari Polres hanya membantu pengamanan di lokasi kejadian, semoga bom tersebut tidak ada," kata Budi.

Wirda Yulita Putri, saksi mata yang juga karyawan RRI mengatakan, pengirim SMS mengancam telah menaruh bom di studio yang berada di lantai 7.

"Kondisi di lantai 7 sempat terjadi kepanikan. Karena di lantai 7 sedang ada rapat pola siaran. Mengetahui ada ancaman, semua karyawan disuruh keluar," tuturnya.

Jejak Kaki Raksasa Gegerkan Ciamis

VIVAnews – Warga di Dusun Babakan Sari, Ciamis, Jawa Barat, digegerkan oleh temuan jejak kaki raksasa di hutan mereka. Jejak kaki tersebut berukuran dua kali lipat ukuran normal, dengan panjang 40 cm, lebar 20 cm, dan kedalaman 5 cm.

Temuan itu mengundang rasa penasaran pemerintah setempat. Pagi ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ciamis pun datang ke lokasi untuk meneliti jejak kaki misterius di hutan tersebut.

“Yang jadi pertanyaan adalah masalah ukuran. Ukuran kaki manusia sekarang tidak ada yang sebesar itu,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ciamis, Mukhlis, Kamis 26 Januari 2012.

Sayangnya, sebagian jejak kaki raksasa itu hilang karena terinjak-injak dan terguyur air hujan. Namun masih ada puluhan jejak kaki raksasa lainnya di dalam hutan. Oleh karena itu, petugas mengimbau warga untuk tidak merusaknya guna kepentingan penyelidikan.

Jejak kaki raksasa itu pertama kali ditemukan pada Selasa, 24 Januari 2012. Rabu kemarin, warga menelusuri jejak-jejak itu sampai ke dalam hutan dengan mengerahkan anjing pelacak. Ternyata, di dalam hutan ditemukan lagi puluhan jejak kaki baru.

Namun pemerintah meminta warga untuk tidak menyimpulkan apapun sebelum hasil penyelidikan keluar, agar peristiwa tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan.

Penasaran dengan jejak kaki raksasa itu? Klik di sini untuk melihat proses penelusuran yang dilakukan warga Babakan Sari, Ciamis.

Jumat, 27 Januari 2012

Kalbe Farma Akuisisi Perusahaan Obat Asing

VIVAnews - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan mengakuisisi sejumlah perusahaan farmasi dalam maupun luar negeri pada tahun ini. Perseroan menyiapkan dana penjualan saham hasil pembelian kembali saham (treasury stock) ke salah satu perusahaan asing.

"Kabarnya, perseroan gencar memburu perusahaan farmasi di kawasan Asia Tenggara sebagai langkah ekspansi bisnis ke mancanegara," tutur sumber kepada VIVAnews.com di Jakarta, Rabu 13 Juli 2011.

Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius saat dimintai konfirmasi mengaku perseroan berencana mengakuisisi perusahaan farmasi maupun barang-barang kebutuhan konsumsi. "Betul, kita ada rencana akuisisi perusahaan lokal maupun Asean," tuturnya kepada VIVAnews.com.

Dia menambahkan, saat ini, perseroan sedang dalam proses penjajakan perusahaan-perusahaan tersebut. "Jadi, belum tahu hasil akhirnya," kata Vidjong.

Sedangkan mengenai perusahaan asing yang akan membeli treasury stock Kalbe, Vidjong mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada perusahaan yang berniat membelinya.

Per 31 Mei 2011, PT Bina Artha Charisma memiliki saham berkode KLBF sebesar 8,01 persen, PT Gira Sole Prima (9,39 persen), PT Ladang Ira Panen (8,51 persen), PT Lucasta Murni Cemerlang (8,74 persen), PT Diptanala Bahana (8,76 persen), PT Santa Seha Sanadi (8,88 persen), dan UBS AG Singapore S/A PT Kalbe Farma Tbk sebanyak 7,69 persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.

Pada perdagangan Rabu sore, KLBF ditutup menguat Rp25 (0,70 persen) ke level Rp3.550. PT Deutsche Securities Indonesia dengan kode DB tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Kalbe Farma.

Seperti diketahui, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun untuk akuisisi perusahaan obat lokal guna meningkatkan pendapatan sekitar 15-18 persen pada tahun ini.

Vidjongtius menuturkan, dana berasal aksi korporasi tersebut dari kas internal perseroan. "Kami prioritaskan untuk perusahaan lokal. Jika memungkinkan bisa diperluas lingkupnya ke Asean," katanya.

Kamis, 26 Januari 2012

Media: Militer AS Bisa Hadir Lagi di Filipina

VIVAnews - Filipina disinyalir tengah berunding dengan AS terkait dengan rencana Washington untuk menempatkan kembali militernya di negara Asia Tenggara itu. Namun, pemerintah Filipina tidak mau membenarkan spekulasi yang sudah beredar di media massa itu.

Menurut harian The Washington Post edisi Kamis, seperti yang dikutip Reuters, sudah ada perundingan tahap awal antara AS dan Filipina menyangkut kerjasama militer yang lebih luas. Perundingan ini kemungkinan membicarakan rencana kehadiran kembali pangkalan AS di Filipina.

Harian Amerika itu menyebutkan bahwa akan ada lagi perundingan bilateral pada 26-27 Januari 2012 di Washington DC. Setelah itu akan digelar pertemuan dengan melibatkan pejabat yang lebih tinggi dari kedua negara pada Maret mendatang.

"Kita bisa libatkan negara-negara lain: Australia, Jepang, Singapura," tulis koran itu dengan mengutip seorang pejabat senior Filipina, yang tidak disebutkan namanya. "Kami bukan satu-satunya pihak yang menerapkan langkah ini, dan untuk tujuan yang baik. Kami hanya ingin kawasan yang damai dan stabil. Tidak ada yang ingin berhadapan dengan China atau berkonfrontasi dengan China," lanjut pejabat itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, AS sudah menyatakan keinginan untuk memperkuat militernya di Asia Pasifik. Sejumlah rencana pun telah digulirkan, yaitu mengirim 2.500 pasukan Marinir secara bertahap ke Australia bagian utara dan menempatkan kapal-kapal perang di Singapura.

Kendati tidak dinyatakan secara resmi, langkah AS ini diyakini untuk membendung manuver China, yang memperkuat kemampuan militernya dalam beberapa dekade terakhir. Apalagi, China belakangan ini berseteru dengan sejumlah negara menyangkut klaim teritorial di Laut China Selatan, yang menjadi salah satu perairan strategis bagi perdagangan dunia.

Bantahan Filipina

Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan Filipina, Peter Paul Galvez, menepis spekulasi mengenai kehadiran kembali pangkalan militer AS di negaranya. Galvez menyatakan bahwa perundingan kedua negara saat ini tidak lebih dari memperkuat kerjasama latihan militer, yang terselenggara setiap tahun.

"Perundingan itu membicarakan soal peningkatkan frekuensi latihan. Jadi pokoknya adalah frekuensi. Latihan ini akan menguntungkan pasukan kami untuk menambah pengetahuan, teknik-teknik baru memerangi terorisme, anti perompakan, dan bagaimana mempelajari peralatan baru," kata Galvez kepada Reuters.

Selama sekitar 40 tahun sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua, AS memiliki dua pangkalan militer di Filipina, yaitu Clark dan Subic. Namun pada awal 1990-an AS mengosongkan pangkalan itu.

Seorang panglima militer yang menjaga keamanan di kawasan barat Filipina pernah menyatakan bahwa kian besarnya kehadiran militer AS di Laut China Selatan akan meningkatkan keamanan. Filipina pun berseteru dengan China soal klaim batas maritim di perairan itu.

Perompak Somalia Tebas Tangan Kapten Kapal

VIVAnews - Bajak laut Somalia mulai menerapkan cara kekerasan demi memperoleh uang tebusan yang mereka inginkan. Salah satu korbannya adalah seorang kapten kapal Vietnam yang kehilangan tangannya, ditebas parang perompak.

Dilansir dari harian Daily Mail, 25 Januari 2012, aksi sadis ini dilancarkan oleh para perompak di Haradhere, Somalia, Jumat pekan lalu. Kapten kapal nelayan FV Shiuh Fu-1, Chao-I Wu, kehilangan tangan kanannya setelah permintaan tebusan sebesar US$3 juta (Rp26,8 miliar) tidak dipenuhi oleh keluarga korban dan perusahaan pemilik kapal.

Lalu, para perompak memerintahkan para awak kapal yang lain untuk menelepon keluarga mereka. Langkah ini diambil para perompak agar keluarga sandera mengetahui perihal amputasi tangan sang kapten.

"Mereka lalu memohon sambil menangis kepada keluarga untuk membayar tebusan. Jika pemilik kapal dan keluarga sandera tidak membayar uang yang kami minta, maka kami akan melukai awak yang lain," kata salah seorang perompak.

Harian Vietnam, Tuoi Tre, menuliskan seorang awak kapal bernama Tran Van Hung menelepon ayahnya dan mengatakan bahwa dia melihat adegan pemotongan tangan kapten tersebut. Para perompak juga memukulinya dan para awak lainnya.

Aksi kekerasan sadis perompak Somalia ini baru terjadi beberapa bulan terakhir. Biasanya, para perompak hanya membajak dan menyandera, tapi jarang melakukan tindak kekerasan.

Taktik baru mereka ini dimulai saat seorang turis Prancis, Marie Dedieu, 66, tewas setelah diculik perompak Somalia di pulau Manda, Kenya, Oktober lalu. Suami seorang warga negara Inggris, Judith Tebbutt, 56, juga tewas ketika perompak menyerang mereka di Kiwayu, Kenya. Hingga saat ini, Tebbutt masih berada di tangan para perompak.

Jailbreaking Kembali Terancam Hukum Kriminal

VIVAnews - iPhone bisa dibilang merupakan salah satu smartphone favorit bagi sebagian orang. Tak heran jika kemudian muncul sebutan fanboy bagi para pecinta smartphone besutan Apple ini.

Tapi platform iPhone yang tertutup menjadi salah satu keluhan yang sering disampaikan pengguna iPhone. Tak heran jika banyak pengguna iPhone yang kemudian melakukan jailbreaking iPhone mereka.

Namun, mengutip CNN, banyak yang tidak tahu kalau aturan yang memperbolehkan jailbreaking akan habis masa berlakunya. Karena itu lembaga advokasi yang berjuang di kebebasan ranah digital, Electronic Frontier Foundation (EFF), meminta agar aturan yang memperbolehkan jailbreaking diperpanjang. Jika tidak, maka jailbreaking akan dianggap sebagai perbuatan kriminal.

Sebelumnya, Kantor Paten Amerika Serikat memperbolehkan jailbreaking, pada bulan Juli 2010 silam. Dengan demikian, keputusan ini menyebabkan jailbreaking dianggap tidak melanggar aturan dalam Digital Millennium Copyright Act (DMCA). Sekedar informasi, UU ini merupakan dasar hukum yang dipakai untuk menindak tegas situs filesharing Megaupload.

Jika Kantor Paten AS tidak membuat keputusan tersebut, maka Apple bisa menggugat pelaku jailbreaking dengan ganti rugi sebesar US$2.500.

Karena itu EFF meminta perpanjangan aturan jailbreaking. Tak hanya itu, EFF juga meminta jailbreaking juga berlaku untuk tablet dan konsol video game.

Menurut EFF, jailbreaking merupakan hak pengguna gadget untuk mengeksplorasi gadget miliknya. Karena, "smartphone, tablet, dan konsol video game merupakan komputer bertenaga yang memiliki potensi yang belum dibuka sepenuhnya," tulis EFF di situsnya.

"Melakukan modifikasi software yang berjalan indpenden, yang dikenal dengan sebutan jailbreaking, juga penting untuk dilakukan bagi programer, peminat, dan pengguna," lanjut EFF. (umi)